Kamis, 11 Desember 2014

Kehampaan



            Jika Tuhan ijinkan aku berdoa dalam tangis, tesedu dalam kehampaan yang semakin mengiris. Membelenggu jiwa dan seakan ingin menampik semua senyum maupun tawa. Namun apakah sanggup, hati ini semakin rapuh, semakin tak berdaya dan semakin ingin melupakan semua ingatan yang pernah ada. Ingin pergi jauh tanpa adanya seorangpun yang mengenali. Tetapi apa aku sanggup, apa aku mampu melakukanya, sedangkan diriku pun tak tahu harus berbuat apa. Aku diam namun tak berfikir, aku menangis namun tak bergerak, dan aku berteriak namun aku bertahan. Berharap terhujam ujung masa, meninggalkan semua luka dan sayatan yang mengisi jiwa, menyisakan tangis yang selama ini selalu menemai mimpi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar