Minggu, 05 Januari 2014

sore itu..

Di Sore Itu...

Hujan iringi sore saat hati tak sejalan dengan rasa, terdengar dering hape berbunyi, ku lihat sebuah pesan singkat, berisikan kata permintaan dan keindahan dari seorang insan tersayang. Senyum terpajang dari bibir dan wajahku, berharap pesan itu tak bohong dan memang ditujukan untukku, tak ada jawaban lain hanya kata “iya” yang aku kirimkan, sembari menunggu hujan reda aku bercengkrama dengan beberapa teman diantara bangku kosong dikelas itu. Hingga, waktu menunjukkan setengah lima, hujan yang semula lebat mulai reda, dan mendung yang tadinya hitam mulai memudar warnanya. Terdengar sayup salam, kulihat itu kamu, berbaju biru melangkahkan kaki menuju kearahku. Saat pesan yang kamu kirimkan lewat hape itu kamu ucapkan didepanku, ingin aku jawab, namun ternyata teman disampingku yang lebih dulu menjawabnya, dengan semua kata yang mampu membuat dirimu tertawa, aku hanya bisa terdiam, aku hanya bisa meneteskan air mata dalam senyum resahku. Ternyata pesan itu tak hanya kamu kirimkan kepadaku, tapi juga pada dia yang memang pernah dekat denganmu.
 Aku sadari aku memang bodoh, siapa aku dan apa hakku mendapat pesan itu, tentu saja pesan itu bukan apa-apa bagimu, namun pesan itu sesuatu yang dapat mengobati rasa rindu akan perhatianmu. Walaupun rasa itu juga hilang setelah kau pergi meninggalkan kelas itu. Terimakasih atas rasa ini, terimakasih atas semuanya, aku akan diam, dan terus diam, tak akan aku membuka mulut tentang rasa hati ini. Dan tak akan aku ulangi kesalahanku untuk mencintaimu. Karena aku hanya lelaki bodoh yang hanya bisa menghadirkan luka, tanpa bisa mengukir senyum indah diantara indahnya cinta.




By: ichuum...