Selasa, 30 Oktober 2012

Saat ketika

Ketika kita tertawa bersama dalam duka dan suka, tak ada lagi rasa benci yg sempat datang menaungi hati, dikala kita berjalan beriringan dalam malam sunyi, tiada ketakutan datang dalam hayal dan bayangan, selalu bahagia dalam hari-hari dan rasa,
Namun kini, tak satupun kebahagiaan itu datang, tak lagi kurasa hangatnya sebuah keceriaan, hanyalah senyum palsu dalam hidup, tawa dan tangis tak jauh berbeda disela hari, sendiri dan sendiri bagai domba yang tak tahu arah jalan pulang, terseok dalam tikungan tajam hidup yang berat dan tak teratur, tak ada lagi kenangan tentangmu, tak ada lagi ingatan tentang senyum dan tawamu, semu pergi, semua hilang termakan sisa masa.. hanya sebuah doa yang kini terucap, untuk engkau yang tinggalkan jiwa bersama luka..

by: icuum...

Rabu, 24 Oktober 2012

Keabadian Kasih

       
KEABADIAN KASIH
    Dikala hati sendiri mengarungi waktu yang sunyi, bulan bertanya pada bumi: akankah aku bisa berjalan dalam ombak besar, mampukah q terbang dalam sejuta lamunan, dan bumipun menjawab: kau tegar, setegar karang dilautan, dan kau ringan bagaikan awan dilangit biru, tak akan bisa satu rantingpun menghalangimu, tak akan mampu kerikil kecil menggelincirkan langkah kakimu, karena kaulah wujud kedamaian sesungguhnya, dan hanya kaulah arti sebuah diam bahagia. janganlah kau bertopang dagu, dan jangan pula kau menopang hatimu dalam berjuta rasa rindu, karena sesungguhnya bumi selalu ada untuk menjaga bulan kecil itu.
      Bulanpun tersenyum, dan berkata pada bumi: Terimakasih telah mau menjagaq yang rapuh dan tak berdaya ini, terimakasih telah mengobati segala rasa gundah yang tak menentu dalam hati. Bumi, janganlah kau tinggalkan bulan sendiri dalam sepi lagi, janganlah kau biarkan bulan menangis dalam gelap mentari, karena bulan tak mampu menerangi malam-malam indah tanpa adanya bumi disisi. :)



By: ichummm....

Jumat, 12 Oktober 2012

Lusuh Hati


    Selembar usang, kertas lusuh berdebu tebal, berhiaskan kupu-kupu ditepi garis, berlubang termakan rayap, kertas tertuliskan nama dan nomer hp itu masih kusimpan, sebagai kenangan, sebagai obat rindu dan penggantimu dalam hari-hariku.kasih, disaat mata ini menatap tulisan ini, semua rasa tercurah dalam air mata, akankah kau mengerti semua perasaan ini, akankah kau tahu setiap langkah ini, setiap nafas yg terhirup ingatan selalu ada namamu, dulu kita selalu bersama, dulu cinta selalu kurasa hangat pelukanya, tahukah kau rasa letih ini cinta, taukah kau hampa dalam jiwa ini, bosan, menunggumu tak kunjung datang tuk menyapa, namun apakah kubersalah jika menyalahkan takdir cinta, kita terlalu jauh berbeda dalam hidup dan nyata, hanya doakulah yg mampu menghapus setiap rasa rindu karenamu.. doa yg selalu terucap dari hati dan jiwaku.. setiap diamku adalah rindu, setiap terpejam mataku adalah sebuah tangis akan dirimu, sayang, akankah kau kembali, akankah kau temani hari-hariku lagi, tak mampu kuhilangkan rasa ini cinta, tak mampu kulupakan semua kenangan itu, maafkanku terlalu mencintaimu.. :(

Senin, 01 Oktober 2012

Goresan

      Pena mewarnai kertas putih bergaris, kucurahkan semua rasa yg ada dijiwa, ingin rasanya kau membaca kata demi kata tulisan ini,  agar engkau tahu, setiap titik rasa yg keluar dari relung jiwa. Tak satupun harapan yg pudar karena keangkuhan jiwa, dan tak akan pernah kesetiaan ini hilang walaupun hangatnya pelukan tak lagi terasa. Masihkah kau ingat cinta dulu? masihkah kau rasa perihnya tangis itu? tak akan mudah pudar dari memori ini. Senyum kini tak lagi sama saat bersama, langkah kakipun tak akan seperti saat kau disisi. Kini telah berbeda, kau bahagia disana tinggalkanku sendiri bersama sayatan luka, menikmati hari sunyi tanpamu dan perhatian yang dulu kau beri. Hanya ingatan ini yg menghibur setiap waktu yg terlalui, tanpamu dan senyum indahmu. Terkadang aku merasa Tuhan tidak adil padaku, Lebih memilihmu kembali dibandingkanku yg tak pantas mengarungi sisa waktu. Namun lancangkah jika itu fikiranku? akankah masih seperti ini? tak lagi kudapat semua tentangmu kembali, hanya dan hanya yg bisa terucap dari bibir ini, tanpa kenyataan yg kembali, tanpa kenangan yg terulang lagi..
                       Ulir bersambung terputus
                       Tali terlipat terhunus
                       Roda kan terus berputar
                       Angin tetaplah kau diam
   kata itulah yg selalu ku ucap dikala sendiri, bersama harapan dan doaku, tuk bisa miliki setiap kenangan itu kembali.. bersamamu...