Selasa, 15 Januari 2013

Awan Hujan..

       Disaat rintik air langit jatuh basahi bumi, angin dingin berhembus selimuti jiwa, cahaya surya mulai tergantikan gelap malam, alunan syair indah kembali menyayat hati, gemerlap bintang tiada terlihat lagi, senyum dalam luka terasa begitu indah didada, tangis sebuah awal dari tawa yang mungkin nanti akan tercipta, akankah berakhir dengan sebuah keikhlasan, ataukah hanya akan menjadi beban dalam perjalanan.. ingin kata terhapus oleh langkah kecil yang berbeda, berharap hidup tak lagi sama dengan apa yang terjadi sebelumnya, namun apakah itu mungkin, sedangkan hati tak ingin semua hilang, tak ingin semua pergi, tak relakan setiap detik tanpa itu semua.. kebimbangan, kebingungan, kejenuhan, itu yang terasa saat ini..



by: icuummmm..

Selasa, 25 Desember 2012

Gadis Mawar Layu..


Terdengar langkah kaki terseret , perlahan terlihat  anak gadis yang mulai beranjak dewasa, berjalan beralaskan sepatu cats hitam kecoklatan berlubang dibagian tumit dan ujung salah satu sisinya, berjalan diantara debu dan sinar matahari yang sudah mulai redup, ditangannya tergenggam sebuah bunga mawar merah layu dan mulai mengering, keringat menghiasi wajah cantik itu, dipundaknya bergantunglah sejuta harapan keluarga yang menanti dirumah, berharap gadis itu pulang dengan secercah harapan untuk menyambung hidup, disela langkah kaki itu dia berhenti dan memandang langit, dengan wajah kesal dia berucap “terima kasih tuhan.. terima kasih,,,” lalu diapun melanjutkan perjalananya, namun hanya berjarak beberapa meter dari dia berhenti hujan mulai turun, gadis itu mulai mempercepat langkahnya namun ternyata hujan semakin deras dan gadis itupun berlari kearah sebuah kios yang tak lagi ditempati, dia tertunduk memandangi bunga mawar digenggamannya, dengan hiasan rambut menutupi sisi wajahnya, tak lama kemudian datanglah seorang anak lelaki yang terlihat umurnya tak jauh beda dengan gadis itu, dia berdiri disebelahnya, dan tak terasa sudah lima belas menit, hujan masih saja turun, namun tak sepatah katapun keluar dari bibir gadis itu, dia hanya tertunduk memandangi mawar merah ditangannya.
 “nampaknya malam ini langit tak bersahabat” terucap sebuah kalimat dari anak lelaki itu sambil memandangi langit dan sesekali melirik kearah gadis itu,  namun gadis itu tetap tertunduk, dan tak mengucapkan sesuatu katapun, setelah sepuluh menit kemudian hujan perlahan mulai reda, gadis mawar itu berdiri dari tempat dia duduk dan memandang langit, dengan senyum kecil dia mulai melangkahkan kaki pergi dari tempat berteduh itu, anak lelaki yang ada disebelahnya hanya bisa memandangi dan berfikir heran,
Anak lelaki itupun juga beranjak pergi dari tempat berteduhnya, sesampai dirumah, anak lelaki itu menuju kamarnya dan berbaring, namun tak sadar dia memikirkan siapa gadis mawar layu itu, tak terlihat anggun namun terlihat unik dan aneh, mata mulai terpejam dan tak terasa mentari mulai lagi muncul diufuk timur, kembalilah anak lelaki itu ke rutinitas seperti biasannya, bekerja disebuah toko bunga milik saudara sepupunya, setelah sampai ditoko, dia merapikan toko dan menyiapkan bunga-bunga segar untuk dijajakkan, membuang sisa-sisa bunga yang layu kedalam tempat sampah dibagian samping luar dari toko bunga itu, tak disengaja dia melihat gadis mawar itu, berjalan dengan semangat lewat depan tokonya, dia tak menyapa, namun gadis mawar itu memberikan senyum kecilnya, anak lelaki itupun membalasnya dengan kebingungan serta rasa penasaran akan siapakah gadis mawar itu, dengan semua rasa panarasan dia melanjutkan pekerjaannya. Dan mentari pun sudah mulai meredupkan sinarnya lagi, setelah semua selesai dibereskan, anak lelaki itu beranjak pergi dari tempat kerja menuju rumah, dalam perjalanan anak lelaki itu terus memikirkan gadis mawar, “kenapa dia tersenyum? Siapa dia?” kata-kata itu terus ada dibenakknya.
“Hai penjaga toko bunga!” terdengar suara seorang perempuan memanggilnya dari belakang, anak lelaki itupun menoleh dan ternyata gadis mawar itulah yang menyapanya,
 “saya?” sahut lelaki itu,
“Iya kamu, maaf kemarin aku tak membalas pertkataanmu,” kata gadis mawar itu,
“ah tak apalah, mungkin kamu kemarin sedang asik dengan bunga layumu itu,” jawab lelaki itu.
Gadis mawar itu hanya tersenyum dan berlalu pergi mendahului, sambil mengucapkan sebuah kalimat: “rangkaian bunga mawarmu bagus.”
Lagi dan lagi tak ada kata yang mampu mengobati rasa penasaran anak lelaki itu, dan sampai akhirnya disuatu pagi diapun memberanikan diri untuk mengenalkan dirinya, saat gadis mawar melewati depan toko bunga anak lelaki itu berteriak kepadanya: “hai gadis mawar, aku Rio.. kamu siapa?!”, gadis itu hanya menoleh dan tersenyum sambil mengangkat tanganya sedikit, berhiaskan rambut panjangnya yang terurai, tanpa membalasnya. Anak lelaki itu semakin penasaran tentang siapa gadis mawar itu, dan disore hari saat toko sudah tertutup rapat, dia beranjak pergi, tiba-tiba gadis mawar itu datang dan menyapanya: “Hai Rio, kenapa kamu ingin sekali tahu namaku?”
“aku hanya ingin berkenalan, karena kamu sering lewat depan toko tempat aku bekerja, lagian kita juga searah jalan pulang bukan?” jawab anak lelaki itu.
Mereka pun semakin akrab disore itu, bercerita tentang banyak hal dan semua pengalaman, namun sampai mereka terpisah persimpangan jalan, gadis itu tak juga mengatakan siapa namanya. “dari tadi kita berbicara, kamu belum sebutin namamu?” Tanya anak lelaki itu.
“emm… aku biasa kamu sebut gadis mawar bukan?” jawab gadis mawar itu.
Sambil mengkerutkan dahi anak lelaki itu bertanya lagi,
“eh, ngomong-ngomong kenapa kamu setiap pulang selalu membawa bunga mawar layu itu? Kalau kamu mau aku punya banyak bunga mawar segar ditoko.”,
 namun gadis mawar itu hanya tersenyum dan berucap: “sampai bertemu besuk Rio.”
Sebulan mereka berteman setelah malam itu, namun Rio tak juga tahu siapa nama Gadis mawar itu, malam demi malam mereka berdua menyusuri sepanjang trotoar jalan menuju persimpangan, sampai disuatu pagi saat dia membuka toko bunganya, terselip sebuah surat dengan pita merah dan bunga mawar layu diatasnya, Rio pun membuka surat itu dan mulai membacanya.
Dear Rio
Maaf kalau bunga mawar layu ini mengotori toko bungamu, setiap pagi aku lewat depan tokomu dan melihatmu membereskan toko dengan senyum ceria menghiasi wajahmu, sebenarnya mulai saat itu aku merasakan ada perasaan aneh dihatiku, dan semakin sering  aku melihatmu, semakin aneh pula rasa di hatiku itu, sampai akhirnya kita bertemu disaat hujan, dan kamu menyapaku, sebenarnya saat itu aku terlalu gugup disampingmu, bibir ini kelu tuk menjawab perkataanmu malam itu, aku mulai menyadari bahwa rasa aneh itu adalah rasa suka kepadamu Rio, Namun aku tak tahu apakah aku pantas mendapatkan kasihmu itu, bunga mawar layu yang setiap pulang aku bawa dan aku pandangi itu, adalah bunga mawar yang aku ambil dari tumpukan sampah disamping tokomu, aku membawanya kerumah dan aku anggap sebagai penyembuh rasaku padamu, Ow iya, Rio, maaf jika selama ini aku tak mampu ungkapkan rasa ini, karena aku takut kamu menjauhiku, dan maaf jika aku tak mampu selalu melihat rangkaian bunga mawar ditokomu, namun, bunga mawar ditanganku ini akan selalu aku simpan sebagai penggantimu.. sampai jumpa lagi Rio, semoga keindahan mawar selalu menceriakan hari-hari dihidupmu..
                                                            Salam sayang dariku
                                                                        Reni

            Sejak surat itu datang, tak lagi Rio melihat Gadis mawar itu. Setiap petang disaat pulang Rio coba menunggu, namun lama tak kunjung datang gadis mawar itu, dan disaat pagi membuka toko, tak juga Rio mendapati surat seperti itu lagi, kini dia sadari, bahwa Gadis mawar itu telah tiada lagi, gadis itu datang dan pergi seperti angin yang membawa secercah cinta dihati Rio, tanpa adanya harapan lebih yang terwujud..

Kamis, 13 Desember 2012

angan dan harapan


Angan dan Harapan
Berdiri seorang anak laki-laki, terdiam dengan tangan masuk kedalam saku celana belakang, mengusik-usik mencari sesuatu yang ada didalam, tak kunjung dapat tangan itu mencari diapun berhenti, lalu memandangi lagi bulatan berwarna indah bertalikan benang itu, hatinya berkata bahwa dia menginginkan bulatan-bulatan warna itu. Namun ternyata tak selembarpun kertaas uang ada didalam saku, anak lelaki itupun pulang dengan goresan sesal dan rasa kecewa, mengeluarkan bening air dari mata kecilnya, sesampainya diteras anak itu memeluk seorang perempuan berbaju hitam panjang dengan bando dirambut ikalnya. Anak itu menangis, rupanya perempuan itu adalah ibunya, lalu sang ibu hanya meraih tangan anak lelaki itu  dan kemudian menggendongnya. Dibawalah anak itu kedalam sebuah ruangan, berisikan sebuah ranjang kecil dengan gambar Mario bross,  bersandingkan meja kecil dengan hiasan mainan-mainan disis kiri dan kanannya, mata anak lelaki itu semakin lama semakin berat, dan tertutup, rupanya dia sudah tertidur, namun rasa itu akan tetap ada dalam hati, dengan air mata dan luka dia tetap mencoba menjalani mimpi indahnya.

Minggu, 02 Desember 2012

Akankah..

Tak ingin lagi hati merasa sedih..
Tak harap lagi hidup terhimpit luka..
Namun tak lagi q merasa bahagia..
Senyum tak lagi berharga dihadapannya..
Tawa tak lagi terlihat mata untuknya..
Akankah aku berhenti dititik ku tak lagi berdiri..
serasa mati hati ini merasa..
Serasa berhenti jantung ini berdetak..
Karnamu..
Tak lagi sama seperti dahulu..

Senin, 26 November 2012

Sakit..

Luka terasa dingin dalam alunan malam..
Hampa terasa ada dalam impian dalam asa..
Mungkinkah seperti ini rasa kecewa?
Memangkah seperti ini yang sebenarnya ada?
Sakit..
Itulah yang aku rasa dalam hari dan waktu..
Hanyalah senyum yang mampu aku berikan pada hidupku..
Tanpa adanya cinta lagi..
Tanpa pula ada rasa itu kembali..


by: ichuummm....

Jumat, 23 November 2012

LALU..


Setiap waktu tak akan terlawat tanpa adanya cinta yang damai darimu,
Setiap masa tak ada detik yang berlalu tanpa kasihmu..
Selalu hati ini mencoba tuk memuja rasa dan raga yg tiada akhirnya..
Lalu apa?
Akankah terus seperti ini?
Bersembunyi dibalik rasa yang tak kunjung tercapai..
Terdiam dalam ke keluan raga yang tak ada artinya..
Aku ingin kau tahu apa aku..
Aku ingin kau tahu mengapa aku..
Dan
Aku ingin kau tahu dimana aku..
Namun itu hanya membuat dirimu semakin tak tahu apa-apa..
Membuat kejenuhan itu semakin tumbuh dan berakar dalam cinta..
Dan akhirnya semua berlalu tanpa adanya penyesalan hampiri hati..
Lalu apa?
Hanya sebatas inikah kau merasa?
Hanya sampai disinikah kau memberi rasa?
Hanya inikah yang ada?
Tanpa kau fahami bagaimanakah rasa ini..
Tanpa kau mengerti Bagaimana rasa ini tumbuh dan menaungi hidup..
Kau..
Hanya tersenyum tak berdosa..
Membuang segala harapan yang selama ini tercipta..


by: ichuuummm....

Selasa, 20 November 2012

Bunga

Disuatu pagi, disaat embun bersama senyum sambut mentari hangatkan raga, tersapukan harum semerbak bunga ceriakan jiwa, ingin kaki melangkah pergi temani waktu yang sisakan sepi, ingin bibir merangkai kata tuk hiasi hari yang tinggalkan luka dihati, namun nafas telah lelah tuk menghidupi, dan jantung tak lagi berdetak seperti dulu kala, kini hanyalah sebuah hampa yang ada bersama sepah rasa, tak lagi kudapati senyum manis, tak lagi q rangkai kata indah, karena semua telah berlalu bersama awan hitam dan alunan syair alam.. menghapus asa dan harapan didada..


by: ichuum....